We’re never given dreams, without also being given the power to make them come true, Kita tidak hanya diberi kemampuan bermimpi, namun juga dibekali kekuatan untuk mewujudkan mimpi – mimpi tersebut menjadi kenyataan.

Suatu saat, saya pernah mengirim SMS untuk seorang teman, yang berbunyi sebagai berikut, “Hidup memang seringkali berjalan tidak sesuai harapan, saya pribadi lebih mempercayai “The Power of Dream” sebagai satu – satunya alasan untuk tetap tersenyum”. SMS tersebut tertanggal 27 April 2003.

Kalimat tersebut muncul menyikapi sinismenya terhadap perubahan sosial yang menurut versinya, tak kunjung datang, atau jikalau dirasa ada, tidak signifikan. Kekecewaan ini sering kali muncul di kalangan teman-teman aktivis, dan kebetulan, teman yang saya hujani SMS tersebut juga tercatat sebagai aktivis -dan sempat beberapa kali berganti “baju” apakah demi berkelit dari funding maupun “reaktif” merespon trend CSO yang berkembang saat itu-.

Jika kita meyakini bahwa tidak ada yang berubah di dunia ini, kecuali perubahan itu sendiri, maka sikap putus asa, menyerah atau apa pun tidak semestinya muncul. Terutama jika kita merumuskan bahwa buah yang nantinya akan kita petik dari “perjuangan” tersebut adalah untuk kepentingan khalayak luas.

Saya terinspirasi untuk memberi judul “The Power of Dream” untuk blog seorang teman karena keyakinan saya, bahwa ia tidak hanya mempunyai kemampuan bermimpi tentang dirinya, masyarakatnya, dan negaranya; namun juga membekali dirinya dengan kemampuan untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut dengan cara-cara tertentu. Entah ini subyektifitas seorang Mirisa Hasfaria, -terkadang, menurut saya, seseorang dengan latar belakang ilmu sosial boleh, sekali dua, melepaskan diri dari obyektifitas yang senantiasa dikaitkan dengan keilmuannya dan kediriannya dalam memahami fenomena sosial-, perjalanan mengenalnya sebagai “sahabat” sejak 19 Maret 2003 lalu membuktikan keyakinan saya ini….

Last but not least, seorang Edith Wharton mengatakan, “Ada dua cara untuk menebarkan cahaya terang; Jadilah nyala lilin atau cermin yang menerima sinarnya.”

So, keeps dreaming…