– Mirisa Hasfaria

perempuan yang berkerudung hitam,
memungut kenangan di bawah reruntuhan
hujan.

rindu pun berlinangan di pintu-pintu yang
rubuh,
bagai sebuah hari yang tak bisa dimasuki lagi.

langit menghitam. Angin di tiang-tiang hujan,
angin
di tali-tali dingin, angin di air mata hitam,
angin di labuh penghabisan. Ah,
betapa terburu-buru waktu mengirim sembilu
ke ceruk luka yang belum sembuh.

perempuan yang berkerudung hitam,
dalam rentak hujan ia menari!

Yogyakarta, Januari 2005
(Oleh Y. Thendra BP dimuat dalam “Atjeh: Sebuah Kesaksian Penyair”)