Melalui sebuah proses dokumentasi yang intensif dan partisipatif selama satu tahun, Pelapor Khusus Komnas Perempuan untuk Aceh, Samsidar, telah memperoleh berbagai temuan penting tentang kehidupan perempuan pengungsi di Nanggroe Aceh Darussalam. Sejak pertama Komnas Perempuan berdiri, yaitu pada tahun 1998, Samsidar, seorang pejuang hak-hak asasi perempuan di Aceh, telah menjadi Komisioner Komnas Perempuan. Pada bukan Juni 2005, ia secara resmi diangkat sebagai Pelapor Khusus untuk Aceh dan ditugaskan membuat pelaporan yang komprehensif tentang kondisi pemenuhan HAM perempuan Aceh, pasca tsunami dan pasca konflik.

Temuan-temuan Pelapor Khusus untuk Aceh terkait dengan pengalaman kekerasan dan diskriminasi, sesuai mandat Komnas Perempuan. Walaupun gambaran yang diperoleh dapat dikatakan penuh dengan cerita-cerita kegagalan (untuk mencegah kekerasan dan diskriminasi), tetapi sesungguhnya seluruh proses pendokumentasian ini merupakan cerita tentang ketangguhan perempuan Aceh dalam menghadapi kehidupan yang penuh dengan ketidakadilan. Tim pendokumentasian yang mendukung Pelapor Khusus untuk Aceh, yang mereka sendiri sebagian besar berstatus sebagai pengungsi, adalah bukti dari semua ini.

Maksud Komnas Perempuan untuk mendokumentasikan pengalaman perempuan sehubungan dengan kekerasan dan diskriminasi bukanlah untuk sekedar membuat sebuah daftar masalah yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia sebagaimana adanya, melainkan juga untuk mencari jalan keluar yang komprehensif dan mendasar serta membuka jalan bagi pemenuhan hak-hak korban atas kebenaran, keadilan dan pemulihan.

Melalui pendokumentasian seperti ini, Komnas Perempuan juga berharap bahwa seluruh Indonesia pun dapat belajar dari pengalaman perempuan di Aceh, untuk memastikan bahwa hal serupa tak terulangi lagi di manapun di tanah air kita dan tak akan harus dihadapi lagi oleh anak cucu kita di kemudian hari.

Tentu, untuk menjadikan semua harapan ini kenyataan, prasyaratnya adalah kesediaan lembaga-lembaga negara maupun masyarakat untuk menyimak laporan ini dengan baik dan menjadikannya landasan bersama untuk mengambil langkah-langkah nyata yang efektif.

Kamala Chandrakirana

Laporan tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, yang bisa diakses melalui link http://www.komnasperempuan.or.id/2010/08/pelaporan-khusus-untuk-aceh-sebagai-korban-juga-survivor/